Tips Menjadi Active Listening

Karya : Daynishelma Audira

Komunikasi merupakan hal yang tidak bisa lepas dari kehidupan kita. Lalu teman-teman, apa komunikasi itu hanya tentang bicara dan mengeluarkan pendapat? Tentu bukan, dalam komunikasi juga ada seorang komunikan yang berfungsi sebagai penerima pesan. Nah si penerima pesan ini punya pilihan untuk merespon atau hanya sekadar mendengarkan. Untuk bisa keduanya, diperlukan sebuah kemampuan active listening. Nah berikut ini tips dan tahapan untuk menjadi active listening yang baik.

1. Klarifikasi

Biasanya orang yang mau cerita akan mengatakan apa yang ia rasakan terlebih dahulu sebelum ia mengatakan penyebabnya. Misalnya, aku lagi sedih banget nih. Nah kalau sudah seperti itu, kita langsung klarifikasi, ada apa? Apa yang buat kamu sedih? Nah pada tahap ini, kita harus membuat orang mau cerita sama kita. Maka dari itu, kita juga harus membangun kesan awal yang baik.

2. Menarik kesimpulan

Lanjut dari poin pertama, orang itu bercerita aku sedih nih gara-gara pacar aku berubah. Dia biasanya bales chat aku cepet, nah sekarang chat terakhir dibaca aja kemarin. Terus pas kemarin lusa  ketemu, dia cuek banget masa. Nah dari curhatan panjang itu, kita dapat persingkat menjadi berarti kamu ngrasa pacar kamu berubah nggak kaya biasanya ya. Tujuan dari tahap ini adalah agar orang percaya bahwa kita mendengarkan dengan serius.

3.  Mengulang cerita dengan bahasa sendiri

Poin ketiga ini alternatif dari poin kedua. Kalau kita bingung untuk mempersingkat cerita dan menarik kesimpulannya, kita dapat menggunakan cara yaitu mengulang cerita yang lawan bicara katakan tetapi dengan bahasa kita sendiri. Tujuannya sama, yaitu agar lawan bicara percaya bahwa ceritanya didengar. Misalnya, jadi kamu sedih gara-gara ngrasa pacar kamu berubah ya, biasanya dulu sering chat, sekarang udah jarang. Pas ketemu juga dia malah cuek ke kamu yah.

4. Meletakan empati

Jangan sampai kita menjudge apa yang sudah orang lain ceritakan. Hindari kalimat kalimat masa gitu aja sedih, ngga sendirian ini, udahlah ngga usah sedih tinggal enjoy aja Yups, mungkin terlalu kejam ya kalau kalimat demikian, tetapi kalau dengan kalimat yang sabar aja ya mungkin kita sering ngomong. Meski terlihat baik, tetapi kalimat sabar ya juga toxic sebab sering membuat orang lebih down terhadap masalahnya. Lalu apa yang harusnya kita lakukan setelah orang menceritakan masalahnya? Pada saat itulah kita meletakan empati didalamnya. Kita berusaha memosisikan diri kita sebagai orang yang mengalami masalah tersebut. Aku kalau jadi kamu juga bakal sedih, bingung ya harus ngapain.Nah kuncinya adalah dengan meletakan perasaan kita ke dalam cerita orang tersebut.

5. Mencarikan solusi

Solusi hanya diperkenankan jika memang si lawan bicara memerlukan. Namun jika memang si orang yang sedang curhat hanya ingin didengarkan saja, maka jangan sekali kali untuk menasihatinya karena itu memberikan dampak yang tidak baik. Si pendengar malah bisa jadi terkesan menggurui.

6. Memiliki gestur yang baik

Hindari beberapa gestur yang kurang baik dalam sesi curhat, misalnya berkacak pinggang.

7. Memiliki attitude dalam berkomunikasi

Jangan sampai kita memotong ucapan lawan bicara di tengah jalan. Kita juga perlu menghindari bicara keras atau kasar yang memiliki risiko menambah beban perasaan dalam hati lawan bicara.

3 Comments

  • Nabila Meilania

    April 18, 2020

    Nonton drakor, nonton film zombie makan rebahan:D

  • Anisa Maulidiya Putri Rahman

    April 22, 2020

    vidcall bareng temen”, maraton drama, ramein grup whatsapp, challenge online bareng temen”, nugas online dongg 🙂

  • Anisa Maulidiya Putri Rahman

    April 22, 2020

    Tips Menjadi Active Listening 🙂
    1. Dengarkan kerabatmu berbicara sebelum merespon
    2. Ulangi kembali apa yang kerabatmu ceritakan
    3. Ajukan pertanyaan, jangan berasumsi
    4. Tunjukkan bahasa tubuh yang positif
    5. Pentingg!! Jujurlah jika kamu tidak bisa mendengarkan secara optimal

Leave A Reply