Tidak Ada Aktivitas Bosan, yang Ada Hanya Aktivitas Penambah Iman

Karya : Lalu Azmil Azizul Muttaqin

Tahun 2017 sebuah artikel berjudul this country has the laziest people in planet terbitan the new york post menulis, orang Indonesia sebagai masyarakat termalas di dunia. Dengan catatan bahwa orang Indonesia hanya berjalan 3.513 langkah, atau 2400 meter per hari cukup membuktikan fakta tersebut. Ini disebabkan oleh kesenjangan aktivitas dan smartphone yang  menjadi teman hidup serta malasnya mobilisasi kegiatan dengan jalan kaki. Sungguh informasi yang menggetarkan hati dan mengganggu pendengaran bangsa Indonesia bukan.?

Kita tidak bisa membayangkan betapa malasnya bangsa Indonesia ketika masa covid-19 yang melanda dunia saat ini. Setengah aktivitas dilakukan di rumah akan mengakibatkan masyarakat bosan. Tidak adanya solusi kebosanan tersebut, membuat tik-tok menjadi pelarian, vlog menjadi keseharian dan berbagai aktivitas membosankan lainnya yang notabene itu adalah kegiatan yang sangat jauh dari kebermanfaatan.

Namun, setiap kesulitan yang ditetapkan oleh Allah, pasti akan ada banyak kemudahan dibaliknya. Sebagaimana firmannya “maka, sesungguhnya bersama dengan kesulitan itu ada kemudahan.” Tidak hanya ada satu jalan untuk menuju Roma. Untuk masuk ke dalam rumah pun tidak hanya masuk melalui satu pintu, masih banyak pintu lagi yang tersedia. Jika memang kebosanan itu dihilangkan dengan tik-tok, itu berarti sudah membuka satu pintu, namun masih banyak lagi pintu yang lebih bermanfaat.

Jika kita mampu untuk menyadari semua yang terjadi saat ini, maka sungguh beruntung umat muslim. Bagaimana tidak, dibalik hikmah tersembunyinya covid-19 ini, umat muslim juga menjalani wabah di saat mengerjakan ibadah puasa, yang mana dalam hadis qudsi ibadah puasa akan langsung mendapatkan reward dari Allah “setiap amalan anak adam itu adalah baginya, kecuali puasa, karena puasa itu untuk-Ku dan akulah yang akan membalasnya”.

Nah, di sinilah panggung bagi kita, sebagai umat muslim untuk menghilangkan rasa bosan dengan melakukan aktivitas penambah iman kita kepada allah. Di bulan ini segala kebaikan dilipatgandakan, doa dikabulkan, kesalahan diampuni, dan dirindukan oleh surga . Semua hal tersebut konotasinya mengarah kepada proses bertambahnya iman kita. Oleh karena itu, untuk aktivitas penambah iman kita pada bulan ramadan, mari kita  menjadi muslim yang  pintar dan memperbanyak peduli sesama dengan melakukan aktivitas ibadah yang bersifat sosial (muamalah). Seperti, pertama, memperbanyak sedekah. Di musim pandemi saat ini, ekonomi setiap masyarakat menurun. Masyarakat lebih takut lapar dari pada mati. Oleh karena itu, uluran tangan dari anda sangat dibutuhkan. Di samping menambah ketakwaan, hubungan kekerabatan si pemberi dan penerima akan semakin kuat bukan? Kedua, sadar akan kebersamaan dan ramah terhadap sesama. Di saat pembatasan interaksi sosial, di sinilah kita harus sadar bahwa kebersamaan dan ramah serta lemah lembut terhadap sesama itu indah. Sebagaimana hadis Nabi Muhammad “sesungguhnya di antara tanda kesempurnaan iman seseorang ditunjukkan dengan kebagusan akhlak dan sikap lemah lembut pada keluarga.” Ketiga, memperbanyak zikir dan muhasabah diri. Sebagai media penghilang rasa bosan, selain memakai gadget mari kita sisihkan waktu kita untuk berzikir dan bermuhasabah diri. Karena dikatakan orang yang beriman ketika dia mampu bersyukur dengan cara banyak mengingat Allah dan introspeksi diri terhadap segala sesuatu yang menimpanya. Oleh karena itu, dengan yakin adanya hikmah dari covid-19, itu sudah menandakan iman anda akan bertambah.

 

 

Leave A Reply