Taktik Jitu Mengelola Isu Di Tengah Pandemi

 

Oleh : Farhana Dhafira

Di tengah wabah seperti ini sudah pasti beredar kabar maupun informasi yang tidak jelas asal-usulnya serta tidak terjamin kebenarannya. Kabar ataupun informasi itulah yang dinamakan isu. Tak dapat dipungkiri bahwa terkadang kita bingung hingga terlena dalam menyikapi adanya isu tersebut. Terlebih, era pandemi seperti inilah yang menjadi momen yang tepat bagi para oknum tertentu untuk menyebarkan isu hingga berita bohong. Lalu, bagaimana cara kita untuk ‘bertempur’ dengan isu-isu tersebut? Simak, yuk!

  1. Identifikasi SKTP

Hal pertama ialah Sumber isu atau datangnya isu, bisa dari seseorang, media, hingga anonim. Lalu, jangan lupa untuk mengecek Kebenaran isu tersebut! Kita bisa periksa segala opini, fakta, maupun data terkait dengan isu yang ingin kita kaji. Setelah itu, perhatikan Tanggapan publik secara garis besar, apakah isu telah menjadi perbincangan hangat atau sekadar berita sambil lalu. Satu lagi yang juga tidak kalah penting, yaitu Persebaran informasi, sudah sejauh apa isu tersebut beredar.

  1. Analisa 

Setelah data-data dari hasil identifikasi didapat, lakukan analisa dampak yang sekiranya akan timbul, seperti untung, rugi, maupun tak berdampak. Perlukah klarifikasi? Klarifikasi dilakukan bila ada ketidaksesuaian analisa dampak dengan apa yang sebenarnya terjadi di lapangan. Bila dirasa sudah cukup dan akurat, kumpulkan dan analisalah data dan fakta dari isu tersebut. Selanjutnya, kita bisa menyusun strategi penyebaran penanganan isu.

  1. Penanganan dengan OK

Optimalkan peran media, baik cetak, elektronik, maupun sosial. Media memiliki peran yang cukup kuat untuk melakukan penanganan terkait isu. Kita bisa berkreasi dengan media yang kita punya untuk melakukan penyebaran penanganan isu tersebut, seperti membuat infografis, videografis, dan sebagainya. Cara lain yang lebih personal? Tentu ada! Sebagai langkah awal, kita bisa menginfokan ke lingkup yang lebih kecil seperti keluarga atau kerabat dekat. Bila ingin lingkup yang lebih luas, kita bisa Komunikasikan secara interpersonal ke publik.

Adanya pandemi bukan berarti kita lengah terhadap berita-berita yang beredar. Justru, pandemi membuat kita lebih kritis terhadap berita tersebut. Jangan mau termakan isu, berita, hingga informasi yang entah dari mana asalnya. Tingkatkan selalu kewaspadaan terhadap hoaks dan jadilah generasi emas Indonesia yang cerdas mengelola isu!

 

 

Leave A Reply