Produktivitas Seimbang dalam Mengisi Ramadan

Karya : Nada Raudah Mumtazah

Selain mewajibkan puasa, Ramadan merupakan kesempatan istimewa bagi setiap hamba Allah SWT untuk meningkatkan ketakwaan, serta mendapatkan keutamaan yang hanya datang setahun sekali. Diriwayatkan oleh Bukhari, Rasulullah SAW bersabda, “Apabila Ramadan tiba, pintu surga dibuka, pintu neraka ditutup, dan setan dibelenggu.” Oleh karena itu, sudah sewajarnya kita sebagai hamba-Nya berlomba-lomba dalam berakhlak mulia di bulan suci ini.

Begitu indah karunia-Nya, Ramadan ke-1441 Hijriah ini disiapkan lebih istimewa dari pada tahun-tahun sebelumnya. Di tengah wabah COVID-19, kita diberikan cukup waktu untuk menyempurnakan diri kita dalam meningkatkan takwa.

Menyempurnakan diri tidak sebatas beramal saleh saja. Manusia itu diliputi oleh tiga hal yang harus diseimbangkan, yaitu jasad, roh, dan akal. Apakah jasad, roh, dan akal kita saling berhubungan? Bagaimana cara menyempurnakan serta menyeimbangkan ketiga hal tersebut di tengah wabah yang melanda ini?

  1. Jasad

Menurut KBBI, jasad berarti tubuh, atau sesuatu yang berwujud. Jasad juga merupakan anugerah Allah SWT berupa fisik yang harus kita jaga. Berbagai cara juga dapat kita lakukan untuk melatih jasad agar tidak cepat letih, antara lain, berolahraga, memakan makanan yang halal dan baik, serta beristirahat dengan cukup.

Berikut tiga olahraga ringan yang dapat dilakukan selama Ramadan di rumah :

  • Senam irama, dengan mengikuti gerakan video dari berbagai media. Kegiatan ini dapat meningkatkan semangat kita, tak lupa juga membuat tubuh kita berkeringat.
  • Plank,yaitu posisi tubuh dengan kedua tangan dan lutut yang bertumpu di lantai untuk meregangkan tulang belakang. Mudah dan dapat dilakukan di rumah.
  • Jumping jack, gerakan kardio terbaik yang membuat jantung dan otot kita lebih kuat.
  1. Roh

Roh adalah unsur yang menyebabkan adanya kehidupan di suatu jasad. Santapan roh tentu saja adalah hal utama yang wajib kita lakukan di dunia ini, yaitu beriman. Dengan berzikir, melantukan ayat-ayat suci, salat tepat waktu, mengharapkan rida-Nya di Ramadan ini, kita pun telah membuktikan iman dan menghidupkan roh kita.

  1. Akal

Akal merupakan daya pikir kita untuk melakukan sesuatu. Tanpa akal yang diberi santapan berupa ilmu, sia-sialah diri seorang manusia.

Ilmu sederhananya dibagi menjadi dua, yaitu ilmu akhirat dan ilmu dunia. Kita dapat mempelajari Alquran, hadis, dan ijtihad dalam mengejar ilmu akhirat. Ilmu dunia, atau biasa disebut ilmu pengetahuan, memiliki beragam jenis dan cara untuk mendapatkannya. Belajar di sekolah, mengamati lingkungan sekitar, bahkan melatih hobi pun termasuk dalam menuntut ilmu.

Berikut beberapa ide untuk melatih akal kita yang dapat mengisi waktu Ramadan kita tahun ini :

      • Berkreasi dengan warna, seperti menggambar, melukis, atau mewarnai yang berdampak positif kepada energi psikis kita.
      • Merajut dan membuat kerajinan, kegiatan yang selain menghasilkan sebuah produk, juga melatih kesabaran.
      • Mempelajari bahasa baru, yang dapat menghubungkan kita dengan bermacam orang yang menggunakan bahasa tersebut.

 

 

Jasad, roh, dan akal pada dasarnya saling berhubungan. Akal dapat diumpamakan sebagai seorang raja yang memerintah jasad sebagai rakyatnya, serta roh sebagai penasihatnya. Tanpa salah satu dari ketiga unsur tersebut, puncak kesempurnaan diri pun tak bisa dicapai. Oleh karena itu, mari kitalebih produktif lagi dalam melatih jasad, akal, dan roh pada Ramadan tahun ini.

 

 

 

Leave A Reply