Kemerdekaan di Tengah Keterbatasan

Oleh : Neila Putri Priandika

 

Dirgahayu Republik Indonesia ke 75, Merdeka!

     Baru saja kita memperingati hari bersejarah bagi bangsa Indonesia, yaitu Hari Kemerdekaan Republik Indonesia yang ke 75 tahun. Tak terasa sudah usia dari bangsa Indonesia sudah sangat tua. Perjuangan yang telah dikorbankan demi sebuah kemerdekaan sudah sepatutnya menjadi acuan dari tiap pribadi untuk semakin tulus mengabdi pada ibu pertiwi.

     Darah yang sudah tumpah dan nyawa yang menjadi taruhan seharusnya tidak boleh di sia-siakan. Semua pengorbanan dan air mata haruslah dibayar dengan sebuah tindakan dan aksi nyata. Sebab bukanlah hal yang mudah untuk mendapatkan status merdeka.

    Pertanyaannya adalah, apakah bangsa ini benar-benar telah merdeka? Teringat diri ini akan kata-kata Bung Karno waktu itu, “Perjuanganku lebih mudah karena hanya mengusir penjajah. Tapi perjuangan kalian akan lebih berat karena melawan saudara sendiri.”

    Kemerdekaan yang telah disandang belum sepenuhnya terealisasikan dengan tindakan. Betapa banyak rakyat di luar sana yang masih berada dalam belenggu kemiskinan dan juga kebodohan. Banyak pula rakyat yang masih berada dalam rasa malas-malasan yang tidak membawa perubahan.

    Lantas, bagaimana memaknai kemerdekaan yang sesungguhnya? Kemerdekaan di tengah keterbatasan adalah judul yang tepat untuk menggambarkan artikel ini. Berikut adalah hal-hal yang bisa dilakukan untuk memaknai kemerdekaan di tengah keterbatasan.

  1. Belajar dari sejarah

Istilah belajar dari sejarah memang tidak boleh dilupakan. Dengan mendalami dan memahami sejarah kemerdekaan dan perjuangan para tokoh-tokoh dalam menggapai titik merdeka akan menyadarkan kita betapa berharganya merah-putih itu. Mereka yang belajar dari sejarah adalah mereka yang beruntung

  1. Berkarya

Salah satu wujud bakti kepada Ibu Pertiwi adalah dengan mempersembahkan sebuah karya. Karya apa saja yang sederhana sekalipun akan lebih baik dari pada tidak sama sekali. Poin pentingnya adalah tetap berproses dan tidak menyerah. Berhenti menjadi kaum rebahan yang bermalas-malasan menghabiskan waktu untuk hal-hal yang tidak berfaedah untuk diri sendiri maupun orang lain. Ingat, waktu adalah pedang. Jika kamu tidak bisa memanfaatkan pedang dengan baik, maka pedang akan menggoresmu.

  1. Berhenti menjadi bodo amat

Salah satu hal positif untuk mengisi kemerdekaan di tengah keterbatasan adalah dengan berhenti menjadi bodo amat. Mulailah untuk peka dan melek atas perubahan yang terjadi. Lihatlah, betapa kita tertinggal cukup jauh dari bangsa lain, padahal bangsa ini diberkahi Tuhan dengan kekayaan yang melimpah. Berhenti bodo amat dan buatlah perubahan pada diri anda dan juga bangsa ini.

  1. Mendoakan para pahlawan

    Hal yang penting dalam mengisi kemerdekaan dalam keterbatasan adalah dengan mendoakan para pahlawan yang telah gugur maupun yang sedang berjuang. Karena doa adalah senjata paling tajam yang mampu menembus langit. Doakan para pahlawan agar diterima segala perjuanganya, diberikan pahala dan juga semoga tiada perjuangan yang sia-sia. 

    Sudahkah anda mengisi kemerdekaan di tengah keterbatasan? Semoga kita semua selalu dilimpahkan keberkahan. Dan juga segala bencana yang sedang menimpa segera di angkat dan digantikan dengan nikmat tiada tara.

 

 

Leave A Reply