Cara Simpel Menghadapi Toxic People

Oleh : Morella Mulyadina

Saat ini istilah toxic people sering kita dengar atau baca di timeline media sosial. Sebenarnya apasih toxic people? Bagaimana cara mengenali toxic people? Lalu, bagaimana cara menghadapinya?

Cara paling sederhana untuk mengenali toxic people adalah dengan menggunakan dirimu sendiri. Loh, memangnya bisa ya?Tentu bisa, karena reaksi fisik dan emosional kita merupakan indikator terbaik dalam masalah ini. Jadi apabila kamu merasa lelah secara emosional setelah berinteraksi dengan orang tertentu, maka kamu baru saja bertemu dengan toxic people.

Tanda-tanda lain yang dapat menunjukkan ‘toxicity’ seseorang, yaitu orang tersebut cenderung menciptakan konflik atau memperkeruh konflik, tidak jujur, egosentris, sering mengakibatkan ketidaknyamanan emosional, dan mengkritik dengan kata-kata menyakitkan yang tidak memiliki unsur membangun. Nah,beberapa hal yang bisa kamu lakukan ketika harus berhadapan dengan orang-orang yang memiliki tanda-tanda tersebut,yaitu:

  • Jangan biarkan mereka berhasil

Jika kamu perhatikan baik-baik, setiap tindakan setidaknya ada tujuan. Begitu pula dengan toxic people ini. Misalnya, dibalik kata-kata dan perilaku negatif mereka, tersimpan tujuan untuk menjatuhkan orang tertentu. Nah, ketika sudah merasakan tanda-tanda kemunculan toxicity mereka, kamu jangan diam saja. Mungkin menurutmu diam itu emas, demi menjaga situasi agar tetap terkendali. Tapi kamu keliru, karena mendiamkan mereka sama saja dengan menyiramkan minyak ke dalam api. Jadi, sebagai contoh dalam menyikapi hal tersebut, kamu boleh tidak membenarkan tudingan mereka terhadapmu apabila kamu merasakan dijatuhkan, namun tetap dalam batas-batasan agar tidak memperkeruh situasi. Dengan begitu, mereka tidak akan berhasil mewujudkan tujuan mereka.

  • Hindari sebelum berlarut-larut

Ketika toxic people mulai menciptakan drama tentang orang lain atau bahkan tentang kamu, jangan berikan mereka kesempatan untuk memperpanjang masalah tersebut.Sebisa mungkin, kamu jangan sampai terhanyut oleh mereka. Lalu, untuk menghadapinya alihkan saja mereka pada hal lain.

  • Beritahu mereka

Kalau dengan cara halus tidak berhasil, maka kamu perlu bersikap frontal. Tentu saja, bukan dengan marah-marah dan menyebut mereka toxic. Melainkan membuat mereka menyadari bahwa perilaku mereka tidak menyenangkan. Sebagai contoh, kamu bisa berkata pada mereka seperti, “rasanya pembicaraan ini mulai agak keterlaluan, aku ingin membicarakan yang lain saja.”

  • Berani berkata‘tidak’

Dalam situasi-situasi tertentu, kata ‘tidak’ dan menolak dengan tegas sangat diperlukan. Apalagi kalau sudah menyangkut urusan ketenangan diri. Berkata ‘tidak’ untuk sesuatu yang tidak ingin kamu lakukan tidak serta-merta membuatmu menjadi orang jahat. Karena dengan begitu, kamu bisa menghindari situasi yang tidak menyenangkan. Awalnya, mungkin akan terasa sulit. Namun, dengan sedikit latihan dan menutup mata pada kata ‘tidak tega’, kamu pasti bisa melakukannya. Ingat, prioritaskan kondisi emosionalmu, jangan menyiksa diri dengan berlama-lama menghadapi toxic people.Jadi, ada baiknya kamu mengoleksi alasan untuk bisa segera menghindar dan melarikan diri dari mereka.

Sulit dipungkiri bahwa setiap orang, termasuk kamu, pernah,atau mungkin sedang berinteraksi dengan toxic people. Bisa saja, toxicity tersebut dimiliki oleh sahabat, kolega, atau bahkan keluarga, dan kamu tidak ingin merusak hubungan kalian. Jadi, saran terakhir untuk menghadapi toxicity, selain berusaha untuk tetap tenang dan tidak mudah tersinggung, kamu bisa membatasi waktu bertemu, membatasi pembicaraan, agar toxicity mereka tidak terlalu mempengaruhimu.

 

 

Leave A Reply