Beberapa hal yang berkaitan dengan cerita

 

Tokohnya baiknya seperti apa ya? 

Cerita ini bagusnya seperti apa ya?

Siapa yang masih suka bertanya-tanya saat sedang menulis cerita? Contohnya saat menulis cerita pendek. Sebagian kita terkadang masih bingung saat harus menggambarkan tokoh atau alur ceritanya akan seperti apa. Sebelumnya perlu kita ketahui terlebih dahulu beberapa hal yang berkaitan dengan cerita. Ada apa saja? Yuk langsung aja disimak ya.

  1. Anatomi alur

Berbica alur tentu sudah tidak asing lagi kan? Secara sederhana alur atau plot merupakan wujud dari upaya penulis menggerakkan ceritanya. Alur dibentuk oleh adegan demi adegan, sementara itu, adegan memiliki formula yaitu Kejadian, Konflik dan Konklusi. 

Karena pada dasarnya kerangka dasar sebuah adegan pasti selalu sama, betapa pun berbedanya plot, tema bahkan karakter yang terlibat. Kerangka dasar sebuah adegan memakai formula Kejadian, Konflik dan Konklusi.

Kemudian untuk mengembangkan adegan demi adegan, bisa dilakukan dengan memunculkan peristiwa atau hal baru yang belum muncul sebelumnya atau situasi baru, rahasia baru, sekutu baru, masalah baru yang lebih besar dan alat baru untuk menghadapi semua itu.

  1. Karakter yang hidup

Untuk menghidupkan karakter ada tiga hal dasar yang perlu diingat yaitu data karakter, gambaran fisik dan sifat. Kemudian ada 4 pertanyaan penting yang perlu dijawab penulis untuk membuat karakter hidup: 1. Apa satu kata yang mengingatkan pada karaktermu? 2. Bagaimana perkembangan karaktermu dalam cerita? 3. Apa tujuan atau keinginan paling utama karaktermu? 4. Apa ancaman terbesar bagi karaktermu?

Jadi bagi kalian yang masih bingung agar karakternya hidup sebaiknya bisa menjawab keempat pertanyaan tersebut.

  1. Deskripsi atau narasi yang hidup

Saat membaca cerita seringkali kita terlibat dalam sebuah cerita. Misalnya bisa merasakan sakitnya saat ditinggal untuk selama-lamanya oleh orang yang kita sakiti. Atau bahkan pembaca juga bisa merasa sangat bahagia saat tokoh dalam cerita sedang bahagia. Hal itu karena indera kita sebagai manusia berhasil dilibatkan. Baik itu indera penglihatan, pendengaran, penciuman, mengecap, meraba jika dilibatkan dalam cerita secara relevan pembacapun akan merasakannya juga.

  1. Swasunting

Ada tiga dasar penyuntingan, yaitu developmental edit (mengedit konten dan kesinambungan cerita). Line edit (menyunting paragraph, gaya, flow), copy edit (mengedit kalimat, tanda baca, typo).

  1. Bab per bab (bagian per bagian)
  2. Pewarnaan (mewarna bagian yang harus dihapus, ditulis ulang, dan lain-lain)
  3. Baca keras-keras untuk mengetahui kalimatnya sudah mengalir atau belum.
  4. Ubah format, font, warna atau latar untuk member suasana baru.
  5. Temukan dan ubah: ketik di pencarian sebuah kata dan coba ganti dengan sinonim-jika terlalu sering digunakan.

(Sumber : materi kelas daring bersama Faisal Oddang)

 

 

Leave A Reply